Apa kekurangan distributed data base?


Berikut kekurangan distributed data base (Database Terdistribusi):
■ Kompleksitas – kerja tambahan harus dilakukan oleh DBA (Database Administrator) untuk memastikan bahwa sifat didistribusikan sistem transparan.

■ Ekonomi – meningkatnya kompleksitas dan infrastruktur yang lebih luas berarti tambahan biaya tenaga kerja.

■ Keamanan – fragmen basis data jauh harus diamankan, dan mereka tidak terpusat sehingga situs remote harus diamankan juga.Infrastruktur juga harus diamankan (misalnya, dengan mengenkripsi jaringan hubungan antara remote site).

■ Sulit untuk mempertahankan integritas – dalam sebuah database terdistribusi, menegakkan integritas melalui jaringan mungkin memerlukan terlalu banyak sumber daya jaringan layak.

■ Pengalaman – database terdistribusi sulit untuk bekerja dengan pekerja lapangan muda dan tidak banyak tersedia pengalaman pada praktek yang tepat.

■ Kurangnya standar – tidak ada alat atau metodologi yang belum untuk membantu pengguna mengkonversi DBMS terpusat ke DBMS terdistribusi.

■ Desain database yang lebih kompleks – selain dari kesulitan normal, desain database yang didistribusikan untuk mempertimbangkan fragmentasi data, alokasi fragmen ke situs tertentu dan replikasi data.

■ Software tambahan diperlukan.

■ Sistem operasi harus mendukung lingkungan terdistribusi.

■ Concurrency control: merupakan masalah utama yang diselesaikan dengan cara mengunci dan timestamping.

materi referensi:

http://en.wikipedia.org/wiki/Distributed_database

Tag: ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: