Apa bedanya memakai software yang portable dan yang di install?


Karkteristik Software Portable
■ Tidak memerlukan instalasi pada komputer lokal. Sehingga dapat disimpan dalam Portable Storage seperti External HardDisk, USB, MP3 Player, dan PDA.
■ Tidak menulis registry baru dan tidak merubah setingan pada sistem. Kalaupun ia membuat configuration file (misal: INI file), akan disimpan di direktorinya sendiri.
■ Tidak meninggalkan jejak memori maupun file pada komputer setelah digunakan. Log file selama penggunaan akan disimpan di direktorinya sendiri.

Kelebihan Software Portable
■ Gratis
Kebanyakan dari Software Portable didistribusikan sebagai freeware, shareware atau open source.

■ Efisien dan fleksibel
Pertimbangkan ilustrasi berikut: Kita sudah meng-install semua software yang kita butuhkan di Drive C: (untuk pengguna Windows). Lalu karena suatu hal Windows-nya crash dan harus di-instal ulang. Betapa malasnya harus satu-persatu meng-instal ulang aplikasi-aplikasi seperti sebelumnya.
Hal itu tidak perlu terjadi apabila kita menggunakan Software Portable. Kita bisa menyimpannya di Drive mana saja, semisal di Drive D: atau E:. Jadi walau Windows kita berulang kali diganti, aplikasi kita tetap aman di Drive lain.

■ Sistem lebih bersih
Aplikasi yang kita install di Windows akan mendaftarkan dirinya ke sistem registry. Sistem Registry adalah database yang berisi informasi versi, konfigurasi file, alokasi memori (dan lainnya) dari aplikasi. Sering waktu dengan bertambahnya aplikasi, serta proses un-install yang tidak bersih, mejadikan sistem registry penuh dengan sampah, yang bisa menyebabkan kerusakan sistem. Sementara Software Portable tidak mencatatkan registry pada sistem, dengan begitu sistem kita akan lebih bersih.

■ Relatif lebih aman
Pertimbangkan ilustrasi berikut: Kita sedang memakai komputer publik, baik di warnet, kampus atau kantor. Kita lalu membuka browser yang sudah ter-install di komputer tersebut. Kemudian melakukan aktifitas blogging, surfing, cek email dan lainnya. Lalu setelah selesai, browser pun ditutup, kita pulang. Sekilas tidak ada hal penting dari rutinitas tersebut. Tapi bentar dulu teman, semua aktifitas kita sudah tercatat dalam log komputer tadi. Apalagi kalau kita lupa logout dari email atau jejaring sosial kita, bisa terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Software Portable tidak meninggalkan jejak berarti pada komputer kita. Karena itu selalu simpan Browser Portable dan IM Portable di Portable Drive kita. Apabila ingin memakai komputer publik, gunakan aplikasi yang kita bawa sendiri. Dengan begitu akan meminimalkan vulnerabilitas kita dalam aktifitas ber-internet.

■ Kelemahan Software Portable
Waktu loading awal lebih lama
Berbeda dengan software biasa, Software Portable membangun lingkungan kerjanya sendiri. Proses ini menjadikannya membutuhkan waktu loading awal lebih lama.

■ Rilis versi terbaru lebih lambat
Software Portable adalah software reguler yang dibuat lebih ringkas. Jadi proses pembuatannya menunggu software regulernya dirilis lebih dulu. Sehingga seringkali versi terbaru dari software reguler sudah beredar, sementara versi portablenya belum ada.

■ Beberapa fitur dipangkas
Ada harga yang harus dibayar untuk portabilitas dan fleksibilitas. Software Portable di disain untuk lebih kecil dan ringkas daripada aplikasi reguler. Karena itu beberapa fitur dipangkas agar ukurannya menyusut.

materi referensi:

Beralih menggunakan software portable

Tag: ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: